Persoalan nabi Muhammad meninggal karena diracun

Pertanyaan : 

Berdasarkan hadits Bukhari dalam versi bahasa Inggeris ini : Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison." (Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713), apakah benar nabi Muhammad meninggal dunia akibat memakan kambing yang telah dikasih racun oleh seorang wanita Yahudi waktu di Khaibar..? 

Jawaban : 

Hadits yang meriwayatkan adanya usaha musuh Islam untuk meracuni Rasulullah memang dicatat oleh banyak hadits shahih, salah satunya : 

Sunan Darimi 68: 
Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Nafi' telah mengabarkan kepada kami Syu'aib bin Abu Hamzah dari Az Zuhri ia berkata; Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhu menceritakan; Seorang wanita Yahudi penduduk Khaibar membubuhi racun pada daging kambing panggang dan menghadiahkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Nabi mengambil daging tulang hastanya dan memakannya, dan sebagian sahabatnya juga ikut makan bersamanya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kontan berkata kepada mereka: " Angkatlah tangan kalian." Kemudian beliau mengutus seseorang untuk menangkap wanita Yahudi tadi dan menginterogasi: "Kamu melumuri kambing tadi dengan racun?" Ia menjawab; "Ya, benar. " Si wanita bertanya; "Siapa gerangan yang memberitahukan kepada baginda?" Nabi menjawab: "Yang memberitahuku adalah yang ada di tanganku ini, " -maksudnya tulang sampil--Perempuan itu berkata, "Betul, memang kububuhi racun, " beliau bertanya, " Apa maksudmu melakukan hal itu?" ia menjawab, "Aku hanya ingin membuktikan, jika seorang Nabi niscaya tidak mencelakainya dan jikalau bukan, kami terbebas darinya. " Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memaafkannya dengan tidak menghukumnya, sedang sebagian sahabat lain yang memakan daging kambing tersebut meninggal dunia. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbekam pada bagian atas punggung untuk menghilangkan racun yang dimakannya dari daging kambing tersebut. Beliau dibekam oleh Abu Hind, maula Bani Bayadhah, dengan tanduk dan parang, ia dari Bani Tsumamah yaitu daerah bagian dari kaum Anshar. " 

Kisah ini juga diriwayatkan oleh banyak hadits lain seperti : Musnad Ahmad 4207, Shahih Muslim 4060, Shahih Bukhari 5332, 2955, Sunan Abu Daud 3909, 3911, 3912, Musnah Ahmad 12808, Shahih Bukhari 2424. (Semua hadits tersebut bisa ditemukan pada website Lidwa) 

Sedangkan hadits yang menceritakan ucapan Rasulullah kepada Aisyah menjelang wafatnya ternyata hanya ditemukan pada terjemahan hadits versi bahasa Inggeris, meskipun banyak ditemukan di internet namun sumbernya hanya satu, yaitu terjemahan dari Muksin Khan, hadits lengkapnya : 

Volume 5, Book 59, Number 713 
Narrated Ibn Abbas: 'Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so 'AbdurRahman bin 'Auf said to 'Umar, "We have sons similar to him." 'Umar replied, "(I respect him) because of his status that you know." 'Umar then asked Ibn 'Abbas about the meaning of this Holy Verse:-- "When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . ." (110.1) Ibn 'Abbas replied, "That indicated the death of Allah's Apostle which Allah informed him of." 'Umar said, "I do not understand of it except what you understand." Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison." 
http://www.searchtruth.com/book_display.php?book=59&translator=1&start=420&number=704 

Kalau dilihat dari sumber aslinya yang berbahasa Arab, misalnya dari sumber ini : 

http://sunnah.com/bukhari/64/452 

Hadits yang sama dari sumber Lidwa juga tidak memuat kalimat tersebut, termasuk dalam bahasa aslinya : 

http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&keyNo=4077&x=19&y=11 

Ternyata teks Arabnya hanya sampai kepada 'I do not understand of it except what you understand.', sedangkan kalimat 'Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison.' tidak ada dalam bahasa aslinya, alias merupakan sisipan. 

Keanehan lain dari hadits tersebut adalah, Bukhari tidak pernah memuat hadits yang berasal dari 2 narator/perawi lalu digabungkan dalam 1 nomer hadits. sedangkan hadits dari Mukhsin Khan ini memuat adanya 2 narator, satu dari Ibnu Abbas, digabung sama narator dari Aisyah. ini menunjukkan keanehan hadits soal perkataan nabi yang menyebut beliau urat nadinya terpotong. 

Kesimpulan : Memang ada usaha untuk meracuni nabi Muhammad ketika perang Khaibar, namun tidak ada bukti bahwa beliau wafat karena racun tersebut beberapa tahun kemudian.