Pengertian istilah Al-Qur'an : Allah melakukan tipu-daya

Pertanyaan : 

Apakah Islam mengajarkan bahwa Allah melakukan tipu daya..? berdasarkan ayat ini : 

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali-Imran: 54) 

Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Al-Anfaal: 30) 

Jawaban : 

Kata 'tipu-daya' berasal dari kata aslinya 'makar' yang tersusun dari huruf 'mim-kaf-ra' dengan pengertian : To practice deceit or guile or circumvention, practice evasion or elusion, to plot, to excercise art or craft or cunning, act with policy, practice strategem, atau dalam bahasa Indonesia : taktik, startegi, siasat. Merupakan tindakan yang bersifat netral, bisa positif dan juga negatif. 

Dalam penyebutan kata 'makar' yang dilakukan Allah, kata tersebut disandingkan dengan kata 'khayru-khoyru' yang berarti : sebaik-baiknya. Dalam kaedah bahasa Arab, kata 'khayru-khoyru' tidak bisa disandingkan dengan suatu perbuatan yang bersifat negatif, tetapi hanya bisa disandingkan dengan kata yang berkonotasi netral atau positif. Tidak ada kita temukan misalnya istilah bahasa Arab : 'khayru jaahiliin' = sebaik-baiknya kebodohan, atau 'khayru kaafiriin' = sebaik-baiknya orang kafir. 

Pengertian ayat Al-Qur'an tentang Semua manusia masuk neraka..

Pertanyaan : 

Apakah Islam mengajarkan bahwa kelak di akherat semua manusia akan masuk neraka..? setelah itu baru akan diselamatkan Allah agar tidak disiksa disana..? berdasarkan ayat ini : 

Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam 70-72) 

Jawaban : 

Dalam bahasa aslinya kata 'mendatangi' berasal dari kata 'waaridu' yang terbentuk dari susunan huruf 'waw-ra-dal' yang bermakna : to be present, arrive at (any water to drink), go down into, draw near to (a place). Al-Qur'an memakai kata ini dalam beberapa ayat lain, misalnya : 

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. (Al-Anbiya 98) 

Kata 'kamu pasti masuk kedalamnya' - antum lahaa waariduuna, memang diartikan : masuk dan menjalani siksaan di neraka. 

Penganiayaan dan pemerkosaan TKW dan perbudakan.

Pertanyaan : 

Apakah penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan orang-orang di negara Arab terhadap TKW terjadi karena pengaruh ajaran perbudakan dalam Islam..? 

Jawaban : 

Semua ayat Al-Qur'an yang menyinggung soal budak selalu berkonotasi baik : harus memperlakukan budak dengan baik, tidak boleh menzinahi budak, menikah dengan budak, membayar kafarat (denda karena telah melakukan pelanggaran terhadap aturan agama) dengan cara membebaskan budak, sebagai pihak yang berhak menerima zakat. Contoh beberapa ayatnya : 

Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. (An-Nuur 33) 

Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; (An-Nisaa 25)