Non-Muslim tidak akan masuk surga

Pertanyaan : 

Al-Qur'an dalam surat al-Baqarah 62 menyatakan bahwa Yahudi, Nasrani dan Sabi'in bisa masuk surga. Apakah ini berarti Islam mengakui kebenaran dari ajaran tersebut..? 

Jawaban : 

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah 62) 

Asbabun nuzul ayat tersebut adalah : 

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Adani dalam Musnadnya, dari jalur Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, Kata Salman, "Saya tanyakan kepada Nabi saw. tentang penganut-penganut agama yang saya anut dulu, dan saya sebutkan tentang salat dan ibadah mereka, maka turunlah ayat. 'Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang Yahudi...' sampai dengan akhir ayat." Diketengahkan oleh Wahidi dari jalur Abdullah bin Katsir dari Mujahid, katanya, "Tatkala dikisahkan oleh Salman kepada Rasulullah saw. riwayat sahabat-sahabatnya, maka jawabnya, 'Mereka dalam neraka.' Kata Salman, 'Bumi terasa gelap olehku (karena jawaban itu)', maka turunlah ayat, 'Sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang Yahudi...' sampai dengan '...berdukacita.' (Q.S. Al-Baqarah 62) Kata Salman pula, 'Maka seolah-olah lenyaplah semua beban yang menggunung dariku'." Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, dari Sadiy katanya, "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat-sahabat Salman Al-Farisi.

Yang dimaksud dengan Yahudi, Nasrani dan Sabiin tersebut adalah orang-orang terdahulu yang mengikuti ajaran para nabi dengan benar, syarat utama keselamatan yang diperoleh adalah : beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh. 

Ayat ini juga bisa diartikan untuk pengikut Yahudi, Nasrani dan Shabiin dijaman Rasulullah yang tetap mengikuti ajaran para nabi dan rasul sebelumnya dan tetap memenuhi syarat tersebut juga termasuk orang yang diselamatkan. 

Maka untuk saat sekarang, apabila non-Muslim berhasil menemukan ajaran asli dari para nabi dan Rasul sebelum nabi Muhammad SAW lalu mengamalkannya, maka dia juga termasuk pihak yang diselamatkan, karena dengan mengikuti ajaran tersebut otomatis mereka akan mengakui kenabian Muhammad SAW : 

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Al-Baqarah: 146) 

"Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentang aku seorang dari umat ini, baik dia Yahudi atau Nasrani, lalu ia mati dan tidak mengimani risalah yang aku bawa (Islam), kecuali termasuk penghuni neraka." (HR Muslim). 

Ayat ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa risalah yang diturunkan Allah kepada para nabi dan Rasul sebelumnya sampai kepada nabi Muhammad SAW merupakan ajaran yang berkesinambungan, bukan untuk menyatakan pemeluk ajaran lain yang memiliki konsep Tuhan dan aturan yang berbeda punya peluang untuk masuk surga karena memiliki kebenaran juga. 

Kesimpulannya ayat Al-Baqarah 62 berkenaan dengan masa/waktu dimana Allah senantiasa mengutus para Nabi untuk mengajarkan risalah yang benar, sedangkan sekarang adalah masa kenabian Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir/penutup yang wajib diimani. Ayat-ayat Al-Qur'an saling berkaitan satu sama lain, bila kita baca dan paham niscaya akan mendapat gambaran yang benar, bukan sepotong-sepotong. 

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah segala bentuk penyembahan kepada thaghut.” (An Nahl: 36) 

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali ‘Imran: 19)