Maryam saudara perempuan Harun..

Pertanyaan : 

Apakah telah terjadi kesalahan sejarah pada surat Maryam 28 yang menyatakan bahwa Maryam disebutkan sebagai saudara perempuan Harun, padahal antara Maryam dan Harun terdapat selisih waktu 15 abad..? 

Jawaban : 

Al-Qur'an secara jelas menyatakan Maryam memang tidak hidup sejaman dengan Musa dan Harun, melainkan hidup dijaman Zakaria dan Yahya : 

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh." (Ali Imran 37-39) 

Rasulullah ketika menjelaskan ayat ini mengatakan : 

Al Mughirah bin Syu'bah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam mengutusku ke Najran, mereka bertanya: Bukankah kalian membaca: "Hai saudara perempuan Harun." (Maryam: 28), dan antara Isa dan Musa terjalin kekerabatan yang sangat erat? -- Aku tidak mengetahui jawabannya lalu aku kembali ke Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, aku memberitahukannya, beliau menjawab: "Apa kau tidak memberitahu mereka bahwa mereka biasa menyebut-nyebut nabi-nabi mereka dan orang-orang shalih sebelum mereka?." (H.R Tirmidzi) 

Ketika Al-Qur'an memuat panggilan tersebut, kalimatnya berbentuk kutipan langsung dari ucapan yang keluar dari mulut Yahudi, jadi berdasarkan perspektif Islam, para Yahudi tersebut memang melontarkan kata-kata 'saudara perempuan Harun' tersebut kepada Maryam, bukan dengan maksud menyatakan Maryam adalah saudara kandung Harun yang hidup 15 abad sebelumnya. 

Sebutan 'ukhta' tidak diartikan sebagai saudara kandung, seperti contoh ayat alkitab ini : 

Mat 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." 

Yesus tidak bermaksud mau mengatakan bahwa orang tersebut menjadi saudara kandungnya bukan?