Penjelasan soal Isa Almasih adalah rohullah

Pertanyaan : 

Apakah pernyataan Al-Qur'an dalam surat an-Nisaa 171 yang menyebutkan Isa Almasih adalah 'roh-Nya' dan hadits "Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya." berarti dia adalah Tuhan, karena Tuhan adalah roh..?? 

Jawaban : 

Konsep Allah adalah roh bukan merupakan konsep Islam, ayat Al-Qur'an dengan jelas menceritakan proses penciptaan Isa Almasih : 

waallatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihaa min ruuhinaa waja'alnaahaa waibnahaa aayatan lil'aalamiina 

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (al-Anbiya 91) 

wamaryama ibnata 'imraana allatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihi min ruuhinaa washaddaqat bikalimaati rabbihaa wakutubihi wakaanat mina alqaanitiina 

dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta'at.(at-Tahrim 12) 

ayat tersebut menyebutkan 'fanafakhnaa fiihaa min ruuhinaa' - lalu Kami tiupkan kepadanya roh Kami - sama prosesnya dengan penciptaan manusia lain : 

tsumma sawwaahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja'ala lakumu alssam'a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna 

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (as -Sajadah 9) 

Juga sama dengan proses penciptaan Adam : 

fa-idzaa sawwaytuhu wanafakhtu fiihi min ruuhii faqa'uu lahu saajidiina 

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (Shaad 72)


fa-idzaa sawwaytuhu wanafakhtu fiihi min ruuhii faqa'uu lahu saajidiina 

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (al-Hijr 29) 

Semua kata 'ruh' diikuti dengan kata ganti kepemilikan, yang membedakan hanya soal kata ganti kepemilikan pihak pertama (untuk penciptaan Adam), kata ganti kepemilikan pihak kedua (penciptaan Isa Almasih) dan kata ganti kepemilikan pihak ketiga (penciptaan semua manusia). 

Maka kalau penyebutan 'ditiupkan ruh kepada Isa Almasih' diartikan dia adalah Tuhan, maka semua manusia juga diartikan sebagai Tuhan.